Saturday, February 7, 2015

Museum Ullen Sentalu, Yogyakarta

Hari sabtu, minggu lalu, Hubby mengajak saya ke Yogyakarta untuk bertemu dengan rekanan kerjanya, kakak ngga ikut karena hari sabtu masih masuk sekolah, jadi setelah mengantar kakak ke sekolah kami langsung cuss ke Yogya.  Perjalanan ke Djogja lantjar djaya gak pake macet *senangnya*

Sampai di Yogya saya diajak sarapan tahap dua di bakso Pak Kinthel, di bawah flyover janti, kata hubby bakso disitu porsinya sedikit, dan memang benar baksonya cuma sedikit karena teman-teman baksonya yang heboh hahahah! ada tetelan daging sapi, irisan paru goreng, dan irisan bakso goreng, harga semangkuk baksonya Rp 8ribu rupiah saja, ini menurut saya bakso yang murah meriah dan lumayan enak, terutama irisan paru-nya hihihi suka deh!

Pukul 11.00 hubby baru mendapatkan kabar kalau rekanan kerjanya baru bisa ditemui malam hari sekitar pukul 19.00 dan katanya akan membawa keluarganya juga dan minta bertemu di Bale Raos. Setelah itu bingung doong mau ngapain sampe jam 19.00 malam nanti. Akhirnya saya mengajak hubby untuk ke Museum Ullen Sentalu, yang beberapa waktu lalu saya lihat ulasannya di tv dan cukup menarik perhatian saya. Waktu kami berangkat menuju Kaliurang sebenarnya hampir masuk jam makan siang tapi kami menahan untuk tidak makan dulu karena berencana untuk makan di restoran yang ada di Museum Ullen Sentalu, di Beukenhof Restaurant ^__^

Tiket masuk ke Museum Ullen Sentalu
Sebenarnya saya ingin sekali bercerita mengenai museum ini menurut versi saya, tapi kalau saya paksakan khawatir malah akan merusak sejarah yang sesungguhnya wkwkwk...jika merunut cerita dari hasil pendengaran saya mengenai museum ini dari awal masuk sampai keluar ruangan museum agak sulit untuk diingat karena terlalu banyak tokoh yang dijelaskan, maka saya membutuhkan mbah wikipedia untuk memberikan penjelasan yang singkat, padat dan jelas tentang Museum ullen Sentalu di blog ini ^^

Di museum ini pengunjung tidak diperbolehkan untuk mengambil gambar (berfoto), pengunjung hanya diperbolehkan berfoto di ruangan-ruangan tertentu yang sebenarnya nggak terlalu penting untuk difoto :D Saya pun sempat bertanya pada saat di ruang tunggu kepada mbak penjaga tiket masuk, kenapa tidak boleh mengambil foto di dalam? Mbaknya bilang katanya sudah ada copyrightnya, sebenarnya saya agak nggak ngerti juga sama penjelasannya, tapi kalau menurut saya sih mungkin supaya bikin penasaran pengunjung saja seperti apa dalamnya Museum Sentalu itu hihihihi...dan ini adalah museum paling bagus yang pernah saya kunjungi. Museumnya dibuat seolah-olah berada ditengah-tengah hutan karena rimbun sekali dengan pohon-pohon yang besar, benda-benda museum-nya tertata rapi, bersih, educator tournya juga lumayan menghibur, kadang suka bertanya juga pada pengunjung di sela-sela penjelasannya mengenai lukisan-lukisan dan patung-patung yang kita lewati, kek semacam di kasih kuis gitu hahahah!

Pintu masuk Museum Ullen Sentalu
Hal-hal yang perlu diperhatikan ^_^

Baiklah, kita mulai penjelasan dari Mbah Wikipedia ^^ Museum Ullen Sentalu terletak di daerah Pakem, Kaliurang, Kabupaten Sleman, adalah museum yang menampilkan budaya dan kehidupan para bangsawan Dinasti Mataram (Kasunanan Surakarta, Kesultanan Yogyakarta, Praja Mangkunegaran, dan Kadipaten Pakualaman) beserta koleksi bermacam-macam batik (baik gaya Yogyakarta maupun Surakarta).


Museum ini juga menampilkan tokoh raja-raja beserta permaisurinya dengan berbagai macam pakaian yang dikenakan sehari-harinya.


Nama Ullen Sentalu merupakan singkatan dari bahasa Jawa: “ULating bLENcong SEjatiNe TAtaraning LUmaku” yang artinya adalah “Nyala lampu blencong merupakan petunjuk manusia dalam melangkah dan meniti kehidupan”. Filsafah ini diambil dari sebuah lampu minyak yang dipergunakan dalam pertunjukkan wayang kulit (blencong) yang merupakan cahaya yang selalu bergerak untuk mengarahkan dan menerangi perjalanan hidup kita. Museum ini didirikan oleh salah seorang bangsawan Yogyakarta yang dikenal sangat dekat dengan keluarga keraton Surakarta dan Yogyakarta.


Di Museum Ullen Sentalu, dapat diketahui bagaimana para leluhur Jawa membuat batik yang memiliki  arti dan makna yang mendalam di dalam setiap coraknya. Ada juga berbagai sejarah mengenai keadaan budaya Jawa kuno dengan segala aturannya. Keadaan museum yang dibangun dengan baik, mampu membuat pengunjung seperti terserap ke masa Jawa kuno yang mengagumkan. (source wikipedia)

Setelah berkeliling, pengunjung akan disuguhi minuman Jamu ratu mas, rasanya seperti wedang jahe hangat yang wangi daun pandan. Di ruangan ini pengunjung diperbolehkan berfoto, dan hanya ini yang dapat diambil fotonya hahahah!

Cheers!
Setelah disuguhi Jamu Ratu Mas, tour dilanjutkan ke ruangan lain dimana terdapat patung Ganesha dan lukisan-lukisan lainnya. setelah itu kami berfoto di beranda yang ada ukiran batu candi yang dipasang miring, kata educator tour kami, kenapa dipasang miring? karena peninggalan-peninggalan sejarah itu sudah tidak lagi diperhatikan sehingga akan terancam hilang. Di beranda ini juga kami melihat ada beberapa anak-anak sedang berlatih tari jawa :)



Waktu sudah menunjukkan pukul 14.00 yang artinya, perut sudah krucuk-krucuk hihihihi....setelah tour selesai kami dipersilakan untuk melihat-lihat butik batik dan singgah di Beukenhof Restaurant, di sini pengunjung bisa berfoto sepuas-puasnya. Kami langsung naik ke Beukenhof restaurant untuk late lunch ^^


Iced Mint Tea
Hot Chocolate, ini enak Aseli
Roasted Chicken Wing
Beef Burger
Beukenhof Restaurant
Menurut kami, harga makanan di Beukenhof over price, karena rasa makanannya biasa saja. Untung aja ke katrol sama Hot chocolatenya...hahahah! tapi beneran deh harga makanan disini gak ada yang murah, kalau mau dapet view kek di bawah dan uang mepet, sebaiknya minum-minum saja yang penting bisa berfoto ria hihihi...penting! 


Selesai makan, saya berfoto-foto dulu di pintu keluar museum sebelum kembali ke Yogyakarta


Ada rencana liburan ke Yogyakarta? masukkan Museum Ullen Sentalu ke dalam daftar kunjungan anda, gak rugi dan gak akan nyesel! ^_^


Happy Traveling!