Tuesday, April 25, 2017

Program Bayi Tabung Dengan Kasus Hydrosalping di Bunda International Clinic (BIC) Menteng, Jakarta.

Halooo...sudah lama sekali saya nggak pernah update acara jalan-jalan, entah kenapa mood mengetik tentang jelong-jelong kok tambah lama tambah berkurang yes! mungkin hayati lelah bang...#eh ^______^

Oh iya...kenapa saya tetiba posting tentang In vitro fertilization (IVF) atau bayi tabung? karena kami akhirnya memutuskan untuk mengikuti program bayi tabung. Sudah cukup lama kami menantikan anggota baru di keluarga kami, yang sudah diupayakan dengan berbagai macam cara namun belum berhasil ( kami selalu berfikir postif bahwa Allah belum memberikan kami rejeki ) Namun tetap balik lagi ya rejeki baik berupa materi ataupun anak tetap harus diusahakan juga, nggak bisa hanya menunggu saja. Nah program IVF ini kami anggap sebagai bentuk ikhtiar kami untuk segera memiliki anggota baru di keluarga kami. Tentu yang paling wewet dalam penantian kami adalah si sulung yang selalu bertanya, bundaaaa...kapan aku punya adikkk, nanti kalo punya adik matanya harus biru, rambutnya harus keriting, babynya harus perempuan biar bisa aku dandanin, dan bla...bla...blaaa (pening nggak makkk? efek si sulung keseringan liat tumblr baby-baby bule) hahahahahahh..

Ok...memutuskan untuk menjalani program bayi tabung ini butuh waktu sekitar hampir 6tahun, Tahun 2011 saya cek saluran tuba, hasil HSG, tuba sebelah kanan saya non patent, dokter saat itu menyarankan untuk inseminasi, tahun 2012 kami coba inseminasi dengan dr. Fadjar Siswanto, namun belum berhasil, kemudian dokter menyarankan untuk inseminasi kedua, namun saya pikir jika yang menghambat belum di tindaklanjuti maka hasilnya akan sama, karena salah satu saluran rahim saya mengalami hidrosalping/perlengketan, dokter menyarankan untuk dioperasi. Maka kami memutuskan untuk melakukan operasi laparoskopi tubektomi di RS Telogorejo dengan dokter yang sama dr. Fadjar Siswanto di akhir tahun 2014,  Setelah operasi, dokter menyarankan kami untuk melakukan program hamil secara alami, namun cara itupun masih belum berhasil.

Dari selesai operasi, sampai awal tahun ini tepatnya bulan Februari 2017 kami baru membahas kembali mengenai program kehamilan mengingat umur terus maju yes cyn! Mau inseminasi kok ya nggak sreg mengingat biayanya juga lumayan mahal dengan peluang keberhasilan yang kecil sekali (terutama yang masalahnya kompleks) Nah kami dari awal sudah berdiskusi mendingan bayi tabung sekalian aja yang kans berhasilnya lebih besar,  dengan resiko biaya yang akan dikeluarkan lebih besar pula, namun ya semuanya toh harus diusahakan. Intinya kami ingin mencoba yang peluang kemungkinan berhasilnya lebih besar. Yang perlu disiapkan saat ini menurut saya selain kesiapan dana juga kesiapan mental!

Browsing-browsing mengenai tempat bayi tabung yang murah dan banyak berhasil, ditemukanlah beberapa ya, salah satunya di Bunda International Clinic (BIC) Klinik Morula, Menteng. menurut pencarian di internet biayanya kisaran 45jt-an. Udah seneng kan, lalu lapor sama Mas suami. Akhirnya diputuskan untuk melakukan program IVF di Jakarta, mengingat suami saya bertugas di Jakarta dan sedang melanjutkan S2-nya jadi nggak bisa bolak-balik Jakarta-Semarang semaunya. Di Semarang sebenarnya ada klinik infertilitas di RS. Telogorejo, untuk Program Bayi Tabung biasanya ditangani oleh dr. Fadjar Siswanto, namun karena kehadiran suami juga penting maka diputuskan untuk program di Jakarta saja.

Dibawah, saya akan share pengalaman serta rincian biaya untuk program IVF/Bayi Tabung di BIC, semoga informasi yang saya bagikan bisa bermanfaat, terutama bagi Bunda-bunda yang telah lama menginginkan anggota baru dalam keluarga melalui program bayi tabung dan ingin tahu berapa besar sih kisaran biaya yang dibutuhkan untuk program bayi tabung? karena tiap case akan dikenakan biaya yang berbeda.

Kemon moms :)

14 Maret 2017
Hari ini kami pertama kali ke BIC untuk konsultasi program IVF. Daftar by phone sebelumnya untuk konsul ke dr. Anggia karena dokter yang lain sudah full slotnya. Ketemu dengan dr. Anggia cek riwayat laparoskopi, kemudian usg, lalu diharuskan untuk melakukan screening (Tes Darah) sebelum melanjutkan program BT.


Konsultasi + Treatment fee
Rp.    690.000
Screening Suami+Istri
Rp.  4.266.000
Obat (Asam folat + Vit)
Rp.    486.000
Total Biaya Kunjungan ke-1
Rp. 5.442.000

15 Maret 2017
Setelah hasil lab keluar harus buat appointment lagi dengan dokter. Hasil tes lab keluar, saya bikin appointment ke dr. Irham untuk konsul hasil tesnya, dr. Irham bilang hasil tesnya bagus, bisa dilanjutkan untuk program BT. Saya diminta datang lagi di menstruasi hari ke-2, Mas suami juga diminta untuk cek sperma sekalian.


Konsultasi + Treatment fee
Rp.     620.000
Analisa Sperma + Cek hormon
Rp.     800.000 (dilakukan di lab prodia di luar klinik morula
Total Biaya Kunjungan ke-2
Rp. 1.420.000
 
Oh yes, dokter menganjurkan untuk menghentikan konsumsi kopi, teh, coklat, mocca, dan kacang, yang dianjurkan saat ini selain harus minum asam folat yang diberikan dokter juga harus rajin makan yang banyak proteinnya. Sempet sharing dengan seorang pasien di klinik dia sampai makan putih telur 15butir sehari dan minum susu peptisol 2 kali sehari. Susu peptisol sepertinya hanya bisa dibeli di apotek ya cyn di supermarket nggak akan ada.

Karena perkiraan menstruasi yang akan datang masih sekitar dua mingguan, maka saya pulang dulu ke Semarang. Dihitung dari siklus menstruasi saya, perkiraan menstruasi lagi sekitar tanggal 1 April 2017. Setelah tau perkiraan menstruasinya kapan, Mas suami udah beliin saya tiket ke Jakarta untuk berangkat tanggal 31 Maret supaya ada spare waktu. Eh ndilalah kok ya tanggal 29 saya menstruasi, akhirnya rubah jadwal tiket, langsung telpon ke Morula untuk bikin appointment dengan dr. Irham untuk tanggal 30 April di menstruasi hari ke-2. 

Tanggal 30 Maret 2017
Berangkat pagi dari semarang, dari soetta langsung ke BIC. Ketemu dengan dr. Irham, chit chat sebentar langsung USG periksa telur-telur, jumlah telurnya ada 8-9 ukurannya masih kecil-kecil. Hari ini diminta untuk cek lab hormon juga, jika hasilnya oke dr. Irham memberi resep suntikan gonal selama 4 hari kedepan dengan dosis 300iu/hari, disuntikkan malam hari. suntikan beserta obatnya bisa dibawa pulang untuk suntik sendiri, nanti diajarin cara nyuntiknya, atau suntik di klinik (obatnya dititipkan d apotek) kita yang bolak-balik ke klinik selama suntik. Atau mau manggil suster untuk nyuntikkin di rumah juga bisa biayanya kalau nggak salah sekitar 210 ribu. Suami diberi resep juga untuk spermanya. dibeli di apotek.

Oh yes...agak telat nanya sih ke admission tentang Total biaya BT, ternyata perkiraan biayanya kurang lebih 85juta (bisa kurang atau bisa lebih tergantung case-nya). Pas saya tanya, Mbak saya baca di internet kok 45jt ya? Si mbaknya bilang itu harga lama belum di update bu, Oke...jadi buat yang akan program, sebaiknya tanya di awal biayanya yes takutnya kaget duluan begitu tau harganya nggak sama dengan yang di share di web yang membahas tentang Bayi Tabung Murah di RS Bunda.

Saya suntik gonal bolak-balik ke morula dari tanggal 30 Maret s/d 02 April 2017. Saya diminta kembali ke klinik tanggal 03 April 2017 untuk USG dan Cek darah Estradiol.


Konsultasi + Treatment fee
Rp.       620.000
Cek Lab Hormon
Rp.    1.800.000
Obat u/ Sperma
Rp.       850.500
Gonal 1200IU u/ 4x suntik
Rp.    9.002.400
Total Biaya Kunjungan ke-3
Rp. 12.272.000

Tanggal 03 April 2017
Saya sampai di klinik jam 8 pagi, langsung cek lab, diambil darah. Hasilnya keluar sekitar 5-6 jam. Selesai dari lab saya ke admission untuk bikin appointment USG sore hari dengan dr. Irham sekalian nunjukkin hasil cek lab. terus jam 10.30 pulang dulu ke kosan. Jam 3 sore berangkat lagi ke klinik, jalan macet bangettt dari kosan ke klinik perlu waktu 3 jam dong! udah janji jam 5 eh nyampe jam 6 untungnya masih bisa kontrol *lapkeringet* 

Mas suami pas kebetulan gak bisa nemenin karena lagi uts, jadinya malem ini kontrol sendiri, ambil hasil lab-nya dulu, lalu duduk manis nunggu panggilan. Sekitar jam 19.00 dipanggil masuk, langsung disambut hangat oleh si dokter yang super ramah dan komunikatif ini  ^_____^

Chit chat sebentar sama dokter, terus langsung USG, katanya respon obat terhadap telur-telurnya bagus, ukuran telurnya bertambah besar, jadinya nggak perlu ditambah lagi dosis gonalnya. Hanya supaya telurnya nggak pecah, suntikannya ditambah satu lagi namanya cetrotide jadi malam ini suntikkannya dilanjutkan untuk 4 hari kedepan. Ketemu dengan saya lagi tanggal 7 April ya buu kita cek lagi kondisi telurnya, okeiii dokkk!

Kembali ke meja suster, saya dijadwalkan kembali untuk cek lab tanggal 7 April sebelum nanti bertemu dengan dokter. Bayar resep gonal dan cetrotide lalu antri untuk suntik malam itu juga. Disuntik di perut dua kali, yang cetro bikin agak gatel sedikit, tapi beberapa jam saja udah hilang kok. 


Konsultasi + Treatment fee
Rp.      620.000
Cek Lab Estradiol
Rp.      488.000
Gonal 1200IU + Cetrotide u/ 4x Suntik
Rp.  11.720.000
Total Biaya Kunjungan ke-4
Rp. 12.828.000

Tanggal 7 April 2017

Dateng pagi-pagi ke klinik untuk cek lab, hasilnya baru keluar 5-6 jam. Saya daftar untuk konsul jam 14.00 dengan dr. Irham. Kita nggak balik ke kosan karena jalanan pasti macet jadinya cuma disekitar Kuningan saja pas kebetulan mas suami juga ada ketemuan dengan koleganya. Jam 13.30 balik ke klinik, ambil hasil  lab lalu nunggu dr. Irham praktek.

Jam 14.30 dipanggil masuk. Seperti biasa disambut dengan ramah, chit chat sebentar lalu USG. Disini ada rasa senang dan sedih. Senangnya telur-telur saya bertambah dari 8 menjadi 13 dan menurut dokter masih bisa bertambah lagi,  tetapi yang bikin sedihnya ternyata ada pembengkakkan/hydrosalping di tuba sebelah kanan (di bekas laparoskopi), dokter bilang mungkin bisa jadi bengkak karena suntikan gonalnya. Udah pengen nangis deh...Ya Allah kok masih ada aja yang menghambat sihh *sedih to the max*. Dokter saat itu memberikan penjelasan, kalau hydrosalpingnya masih ada kemungkinan untuk berhasil menjadi lebih kecil. Apakah embryo nanti mau tetap ditanam dengan resiko tidak berhasil lebih besar, meskipun ada juga yang berhasil namun hanya sedikit. Atau hydrosalpingnya diberesin dulu, embryo-nya di freezing, setelah hydrosalpingnya beres baru ET. Gegara itu bikin fokus kami jadi buyar! saya dan mas suami saling menatap sedih  :(

Lalu dokter saat itu langsung menenangkan saya dengan bilang, Gak apa-apa bu, semoga itu bukan hydrosalping ya, kita fokus dulu ke panen telur aja ya, Ibu sudah tidak perlu suntik gonal lagi, hanya suntik pemecah telur suprefact dan suntik pregnyl sejam sebelum OPU (Ovum Pick Up). Saya dijadwalkan untuk OPU hari minggu tanggal 9 April 2017.


Konsultasi + Treatment fee
Rp.     620.000
Cek Lab
Rp.   1.268.000
Suprefact + Pregnyl
Rp.      475.900
Total Biaya Kunjungan ke-5
Rp.  2.363.900

Tanggal 9 April 2017

Tindakan OPU sebenernya bikin saya tegang juga sih, untungnya tindakan dijadwalkan hari Minggu pas Mas suami bisa nemenin. Sabtunya kita masih sempet nge-date, nonton film Beauty and The Beast dulu. Abis makan malem langsung pulang, istirahat siap-siap untuk besok pagi.

Pagi ini, Saya diminta sampai klinik pukul 06.30, untuk suntuk pregnyl satu jam sebelum OPU. Jam 06.50 saya baru disuntik pregnyl. pasang infus. Jam 7.30 saya masuk ruang operasi. dibius total, lalu sadar-sadar saya sudah di ruang recovery,  itupun dibangunin suster...Bu...sudah selesai Opu-nya, dan sayapun terbangun. Saya panggil suami ibu yaa. Mas suamipun masuk nemenin. Kemudian selang 30 menit, Suster bilang telur yang diambil ada 20 buu untuk statusnya baru bisa diketahui besok lewat suster koordinator ya.. Ibu coba belajar jalan dulu, kalau sudah tidak pusing, setelah makan boleh pulang (saat saya sedang OPU, mas bojo juga ternyata diambil spermanya). Jalan sudah lancar, lalu saya makan dulu, setelah itu ganti baju kemudian pulang.


IVF Joining fee
Rp.     1.750.000
IVF Treatment fee
Rp.   36.500.000
Obat-obatan
Rp.     1.149.000 
Total Biaya Kunjungan ke-6
Rp.  39.399.000

10 April 2017

Hari ini nggak ada kegiatan ke klinik, istirahat di kosan sambil nunggu kabar hasil telur yang diambil kemarin. Sengaja saya rencananya baru akan sms sore hari karena sepertinya suster koordinator juga belum mendapatkan info dari Lab Embryo tentang telur-telur yang dipanen kemarin. Jam 15.00 karena penasaran saya sms Suster dahlia, menanyakan hasilnya. Jam 18.00 baru mendapatkan sms balasan. Inti smsnya menyatakan bahwa Hasil OPU tgl 9 April 2017 Ibu mempunyai 20 Oocyte (sel telur), 5 Immature (sel telur yang masih muda) sehingga tidak di proses, 15 ICSI ( sel telur yang diinject dengan sperma) dan hasilnya 4 Fertilisasi (sel telur yang berkembang menjadi embryo) Untuk tindakan ET (Embryo Transfer) akan dilakukan pada hari rabu tanggal 12 April 2017 pukul. 10.00 ( 3 hari setelah OPU)

Lalu saya diminta untuk datang 1 jam sebelum tindakan, diminta bertemu dengan bagian Lab Embryo untuk dijelaskan keadaan Embryo sebelum ditransfer. Dan diminta untuk membawa botol minum, karena harus banyak minum sebelum tindakan. Tindakan ET ini tidak menggunakan anastesi, jadi kita sadar saat tindakan dilakukan.

Karena saya memiliki case hydrosalping, maka saya tanya ke suster, bagaimana dengan kondisi hydrosalping-nya sus? apakah dengan kondisi seperti itu ET akan tetap dilakukan? Kemudian suster bilang bahwa dr. Rhino (yang melakukan tindakan OPU) mengatakan memang ada hydrosalping, lalu suster menganjurkan saya untuk konsultasi kembali ke dr. Irham sebelum ET. Saya langsung buat appointment tgl 11 April 2017 pukul. 14.00 ( saat ini saya beneran galau to the max).

11 April 2017
Mas suami jemput jam 12 untuk makan siang bareng, diterusin dia ketemuan sama koleganya. karena ternyata meetingnya berlanjut dia gak bisa ikut ke klinik. Jadi saya berangkat ke klinik dianter driver. Ketemu dengan dr. Irham lalu konsul tentang hasil OPU kemarin. Saya juga sekalian bawa foto-foto hasil laparoskopi yang dulu biar dokter bisa lihat kondisi tubanya sebelum dan setelah laparoskopi. Kemudian saya di USG lagi dan hydrosalpingnya ternyata still there :(

Dokter Irham menyarankan untuk tetap ET, karena pasiennya ada juga yang mengalami kasus serupa ada juga yang berhasil, meski memang hanya sedikit sekali yang sukses. Tapi dokter berusaha menguatkan saya dengan bilang kita coba saja ya Bu, kita berfikir positif saja semoga jadi. Kalau besok kondisi Embryo oke, kita tanam satu saja, sisanya kita freezing. Lalu saya bertanya, kenapa hanya satu dok? kenapa nggak dua supaya kemungkinan berhasilnya lebih besar? kemudian Dokter menjelaskan, sebenarnya mau ditanam satu kalau memang berhasil ya berhasil saja bu, tapi meskipun kita tanam dua kalau nggak berhasil ya nggak akan jadi juga. Dengan ditanam satu ibu masih punya stock embrio untuk cadangan kalau-kalau hal yang tidak diinginkan terjadi. Jadi kalau program yang sekarang belum berhasil, Setelah operasi laparoskopi (lagi), Ibu bisa  langsung ET nggak harus OPU/menjalankan program seperti prosedur di awal.

Mantap dengan saran dokter, saya kemudian cerita sama mas suami dan dia pun meng-iyakan.

Ini sebenernya masih deg-degan juga sih karena kita masih belum tau status Embryo-nya apakah excellent, good, moderate atau poor. Karena tindakan akan lanjut setelah kita mengetahui status embryo-nya. Kalau embryo-nya poor kemungkinan tidak akan ada tindakan lebih lanjut setelah OPU

12 April 2017
Kami datang pukul 09.00 langsung ke lantai 2 menyerahkan buku ke bagian admission. kemudian diminta menunggu di ruang tunggu sampai dipanggil. Sekitar jam 9.30 kami dipanggil lalu ke ruang konsultasi. Di dalam sudah ada Embryologist dari Lab Embryo. Kami dipersilakan duduk (deg-degannya tambah-tambah deh) terus dia menjelaskan hasil OPU kemarin berapa sel telur yang saya dapatkan, kemudian menjelaskan ciri-ciri dan  bentuk-bentuk sel telur yang bagus, sampai menjelaskan proses dari awal sel telur dibersihkan dari cangkang dan akhirnya diinject sperma sampai jadi embryo, dijelaskan secara detail ditampilkan lewat layar lcd (kaya presentasi gitu). Mbak Embryologisnya menjelaskan bahwa kami memiliki 4 embryo, tiga bentuknya bulat, yang satu bentuknya lonjong (kata Mbaknya, yang ini lucu buu...bentuknya lonjong hehehe...) seluruh embryo status-nya GOOD....Alhamdulillah.

Embryo Summary
Lalu setelah mendapat penjelasan dari Embriologist, Mas suami sempat bertanya mengenai Blastocyst (saya agak bengong sih, belum baca-baca mengenai itu...blastosis apaan?...hihihi), ternyata blastocyst itu prosedur penanaman kembali Embryo (ET) pada saat embryo berumur 5 hari. Mas suami menanyakan apa kelebihan dan kekurangan prosedur blastocyst itu jika kami lakukan? Mbak-nya menjawab ada kelebihan dan kekurangannya jika akan ET di hari ke 3 atau ke 5 setelah OPU. Jika kami melakukan ET di hari ke-3 maka kelebihannya, embryo akan kembali ke habitat awalnya lebih cepat dengan jumlah sel yang memenuhi syarat, tetapi jika mengambil ET di hari ke 5, meskipun tingkat keberhasilannya lebih besar namun kekurangannya adalah resiko jumlah sel telur akan berubah setiap saat, bahkan tidak dapat dipastikan apakah embryo bisa bertahan hingga tahap blastocyst atau tidak dan itu diluar tanggung jawab lab embryo. Maka tidak semua pasangan akan dianjurkan untuk mengikuti prosedur blastocyst, kecuali pasangan yang memiliki jumlah embryo yang banyak. Untuk penjelasan lebih detail mengenai blastocyst bisa dibaca disini.

Alhamdulillahhh...setelah mendengar status Embryo sudah membuat saya dan mas suami lega banget. Artinya bisa lanjut ke step ET. Setelah bertemu dengan embryologist, saya diminta untuk banyak minum, supaya kandung kemihnya penuh. (Saat ini agak tersiksa sih) gak banyak minum aja saya sudah bolak balik terus  ke toilet, apalagi harus minum banyak. Jam 10.00 masuk ruang rawat, saat itu sudah nggak boleh buang air kecil. bener-bener harus ditahan, kayanya okelah nahan cuma 30 menit masih bisa kayanya, tapi ternyata 30 menit lewat masih belum juga. Nanya bolak-balik ke suster, untuk izin buang air kecil, tapi tidak diijinkan katanya dokter sebentar lagi udah akan tindakan. kemudian 10.30 saya dan mas suami masuk ruang operasi dan saya diminta menunggu sambil tetap nahan kencing (secara ruang operasi dinginnya...makkkk! tambah gak bisa nahan banget tp tetep harus ditahan). Jadi suster bolak-balik ke ruang operasi cuma nanya, udah kebelet bu?? saya bilang sudah sus..tapi nggak dibantu dipasarng kateter cuma nanya lalu ditinggal. whuaaa....udah pengen nangis. lalu berusaha untuk merubah fokus saya ke hal yang lain. mencoba untuk memejamkan mata dan gak mikir untuk pengen kencing. Mas suami kayanya udah kesel juga cuma mau gimana lagi, prosedurnya memang harus begitu. 

Jam 11.00 masih belum diapa-apain. pas susternya nanya saya jawab dengan jutek (maap sus, abis dirimu gak tau penderitaanku sih...hahahah) dia bilang dokternya dalam perjalanan kesini, 30 menit berlalu belum jugaaa...huuhuhuhuhu....saya langsung duduk saja. dengan duduk rasa ingin kencingnya bisa ditahan banget. kemudian 11.45 suster masuk dan bertanya lagi, sudah kebelet bu?? (jawaban saya udah nyereng nih..) uddaaahhh susterrr pokoknya saya ingin kencing! Akhirnya dipasang kateter dan bisa kencing sedikit,sisanya harus ditahan lagi >.< tapi lumayan agak lega secara 2 jam nahan kencing, yang penting udah gak terlalu penuh *sigh* Jam 12.15 dokter baru masuk ruang operasi.

Untuk proses ET persis kaya papsmear, jadi buat yang rajin papsmear sih kayanya enteng yaaa. kalo saya ngerasanya ngilu karena sudah lama banget gak papsmear hahahah... selama proses ET saya di USG lewat perut juga jadi saat embryo ditanam, saya dan suami bisa lihat proses pas embryonya di masukkan, bisa kami lihat di layar lcd, selama proses saya terus berdoa. Dan dokter menunjukkan, Ini ya Pak...yang titik putih ini embryo yang barusan ditanam. Saya ngga bisa lihat ekspresi mas suami karena dia di belakang meja operasi. Hanya jawaban Iya saja yang terdengar. Tindakan sudah selesai, dokter menjabat tangan kami berdua, dan bilang semoga sukses yaaa!...Aamiin Ya Allah.. Semogaaa....Terima kasih Dok!

Embryo yg sudah ditanam
Saya kemudian dipindah ke ruang recovery, istirahat selama 30 menit. sudah boleh buang air kecil di toilet. kemudian diambil darah untuk cek lab. Tanggal 14 saya harus cek estradiol lagi di prodia, bisa diprodia mana saja tetapi hasilnya harus dikabarkan ke suster koordinator. kemudian cek Bhcg tgl 25 April 2017. Saya masih diberi obat oleh suster untuk digunakan dirumah.


Dimer Rp.     743.000
Embryo Cryopreserve fee (embryo freezing) Rp.  1.900.000
Obat-obatan Rp.  1.875.400
Total Biaya Kunjungan ke-7 Rp. 4.518.400

Biaya embryo freezing 1,9juta, 3 bulan pertama free charges, selanjutnya dikenakan biaya per bulan sebesar 300ribu rupiah jika ingin ambil per 3bln biayanya 800ribu. Batas maksimal penyimpanan embryo freezing itu (kalo kata admission) 5 tahun. Jika program kita sudah berhasil dan tidak akan menggunakan Embryo lagi, tinggal buat surat pernyataan dengan materai saja, lalu sisa embryo akan dimusnahkan oleh bagian lab embryo (huhuhu....kasian yaaa embryonya)

14 April 2017
Setelah ET perut agak-agak mules, entah ini normal atau nggak deh. Hari ini saya dijawalkan untuk Cek lab estradiol. Tadinya mau ke prodia yang deket-deket kosan aja, eh ternyata tutup karena tanggal merah. Akhirnya mau gak mau ya ke Morula aja. Berangkat jam 11.30, klinik agak sepi gak seperti biasanya penuhh banget. Langsung ke meja suster untuk bilang mau cek lab estradiol. Lalu ngantri. Selesai suntik, saya tanya suster, setelah ET, tiap hari kok perut saya agak-agak mules ya sus? Suster bilang, selama nggak keluar flek dan kram perut yang berlebihan nggak apa-apa bu, kalau terjadi flek dan kram sebaiknya ibu segera lapor ke Suster koordinator. Ok noted! Karena kami pikir nggak akan ada suntik-suntikan lagi jadi santai aja deh, abis makan cari tiket nonton aja.

Selesai cek lab, kami makan siang lalu ke pejaten village untuk top up m-tix biar gak perlu lama-lama ngantri dan enak pilih jadwal nonton. Nyampe kosan, langsung liat jadwal film dan ambil yang jam 20.30. kemudian kami bobo soree  ^___^

Bangun jam 17.30 pesen makanan pake gojek, selesai makan lalu dapet sms dari Suster dahlia, isinya,  Ibu hasil cek labnya sudah keluar, Ibu diminta untuk suntik pregnyl 1500 malam ini. Alamaakkk...gak pake mandi, cuma ganti baju langsung ke morula. nyampe jam 18.30 ngantri untuk suntik. kelar jam 19.30 abis itu langsung ngebut ke pejaten untuk nonton fast and furious8 hahahahahah!


Cek Lab Estradiol Rp. 488.000

Menurut IVF survivor yang saya baca di blog-blognya mereka, 2WW ( Two Weeks Wait ) merupakan masa-masa yang sulit atau masa-masa yang bikin stress dibandingkan dengan tindakan2 IVF lainnya seperti OPU dan ET meskipun sudah mencoba untuk nggak kepikiran tapi tetap saja dipikirin :D nah saat-saat 2WW saya dari setelah ET sampai dengan sekarang itu yang dirasakan selain nervous juga merasakan hal-hal di bawah ini, Jika moms-moms yang sedang menjalankan program IVF lalu merasakan symptoms yang sama, ternyata hal ini lazim terjadi kok meskipun ada juga yang tidak merasakan mules berlebihan.

Day 1 : Perut terasa kembung
Day 2  : Perut berasa nggak enak, agak mules dan lekas lelah (padahal tidak banyak melakukan kegiatan)
Day3 : Masih berasa mules, dan rasanya capeeeekkk bangetttt (padahal cuma bobo doang kerjanya hihihihi) malemnya suntik pregnyl untuk penguat kandungan.
Day 4 :  Mulesnya nggak hilang, masih berasa capek
Day 5 : Mulesnya masih nggak hilang malah tambah mules, sudah tidak terlalu capek
Day 6 : Mules terus, sampai khawatir karena sama dengan mules mau menstruasi, tapi sudah tidak berasa capek
Day 7 : Masih mules bahkan sampai tengah malam, badan sudah fit
Day 8 : Masih mules sampai tengah malam bahkan terasa lebih sakit dari sebelumnya tapi Alhamdulillah gak ada flek
Day 9 : Masih mules tapi tidak terlalu sakit dan tengah malam sudah tidak mules banget
Day 10 : Masih mules sedikit, agak sakit kepala.
Day 11 : Hari ini mulesnya sudah berkurang banyak, kita jalan-jalan di Kebun Raya Bogor, jalan kaki sekitar 3km (bolak-balik) lumayan cape sih tapi seger bisa liat yang ijo-ijo, secara bosen banget hampir sebulan di kamar kosan mulu :D
Day 12 : Mulesnya sudah hilang banyak banget, cuma sesekali saja dan itupun gak berasa sakit
Day 13 : Sama dengan kemarin, mulesnya hanya sedikit bahkan bisa dibilang sudah hilang, cuma deg-degan aja sihhh dengan hasil besok....hmmmm...
Day 14 : Pagi ini mules, apa karena grogi, gak tau deh :(

Cara saya untuk tidak terlalu kepikiran dari Day 1 sampai Day 14 yaitu dengan menulis blog meskipun dengan materi yang late post, lalu mengetik draft postingan IVF sambil mendengarkan lagu-lagu romantis, dan ketika gak ada materi untuk blogging karena tertinggal di Semarang, saya banyak banget nonton film korea, jadi dalam satu hari saya bisa namatin satu film korea dengan jumlah 16 episode hahahah...lumayan cukup menenangkan fikiran dan bikin santai sih ^_____^

Buat yang suka nonton film korea juga, tapi gak nemu  drakor-nya di youtube bisa nonton di link Film Drama ini yes! lengkap banget film korea-nyaa...sampe program IVF selesai pun kayanya gak akan habis filmnya deh hiihihi..

Karena disarankan untuk tidak aktif menggunakan ponsel bahkan harus agak jauh dari ponsel maka saya nggak aktif sementara di medos... demiiiiiii apaaa??! demi suksesss dong yaaaa...hihihihi...

25 April 2017

Pagi  ini saya berangkat ke Morula sendiri karena mas suami lagi ada rakor di kantornya. Sepanjang perjalanan tarik nafas panjang, karena gugup banget. Begitu nyampe langsung ke ruang lab untuk antri. Gak nunggu lama langsung ambil darah untuk cek B-HCG, hasilnya akan keluar 5-6 jam lagi dan akan dikabarkan oleh suster koordinator. Setelah selesai bayar, saya ke lt.2 untuk minta hard copy ET kemarin, dan kata Mbaknya akan dikirim by email 1 jam lagi. Terus saya ke meja admission lt.1 untuk daftar konsul dengan dr. Irham nanti sore membicarakan tentang hasil lab.nya. Setelah selesai, pulang dulu ke kosan sambil nunggu hasilnya. Ya Allah berikan hasil yang terbaik untuk kami....Aamiin YRA.



Cek Lab Bhcg Rp. 583.000

Buat moms-moms yang lagi program IVF juga, semoga berhasil dan tetap semangat yaaaa...fighting! :)


Salam sehat  ^______^

RSIA Bunda Jakarta
Jl. Teuku Cik Ditiro No. 28, Menteng
Jakarta Pusat

Tel. 021-31922005/021-3926393 ext. 8111, 8133
Pendaftaran layanan 24 jam 1500-799